Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Perjalanan Terbaik untuk 2011

Makanan di Chengdu semakin pedas, pegunungan Himalaya makin mudah diakses dan Irlandia makin hijau saja. Ikuti petualangan paling seru kami untuk tahun ini.

Tujuan perjalanan memang semakin mirip seperti mode busana — ada yang jadi tren tahun ini kemudian tidak populer lagi tahun depan — namun ada beberapa tujuan di peta yang menarik dikunjungi pada 2011.

Inilah tahun yang paling tepat buat Anda untuk menunggang unta, menikmati perjalanan bawah tanah di Palu yang memukau jiwa dan — tentu saja, Anda bisa — menaklukkan Pegunungan Himalaya.

Inilah perencanaan untuk perjalanan terbaik tahun ini.


Perjalanan petualangan terbaik: Pos pendakian Everest


Trekking pada ketinggian ekstrem di Nepal dulunya hanya tersedia bagi beberapa pemberani saja. Namun baru-baru ini, tipe perjalanan seperti ini menjadi semakin mudah dilakukan. Pada April 2011, pembawa acara teleivisi “Word Travels” dan penulis perjalanan Robin Esrock akan memimpin trek menuju pos pendakian Everest bersama dengan World Expeditions.

Perjalanan ini akan berawal dari Lembah Kathmandu dan berlanjut menuju pedesaan Sherpa sampai Biara Tengboche. Di sana, para pendaki akan terkesima dengan panorama puncak-puncak Himalaya: Tawache, Everest, Nuptse, Lhotse, dan Ama Dablam.

Para pendaki akan melewati bagian Gletser Khumbu yang menantang, diikuti tanjakan ke Kala Pattar (5550 meter), sebelum berhenti di pos pendakian Everest (Everest Base Camp).

"Di Nepal, aklimatisasi sangatlah penting, sama halnya dengan berolahraga beberapa bulan sebelum pendakian untuk memastikan agar badan ini tahan dengan perjalanan ini," Esrock mengingatkan.

Ekspedisi perjalanan ke pos pendakian Everest akan berlangsung sampai 24 April, 2011 dan berawal dari Kathmandu.

Harga $2768 per orang, termasuk makanan, paket trek, porter dan akomodasi.

Perjalanan terbaik buat penyuka makan: Chengdu, Sichuan


Pada Agustus 2010, Ibu Kota Sichuan, Chengdu, sudah ditetapkan sebagai Kota Gastronomi UNESCO.

Pada bulan yang sama, di Twitter, pembawa acara TV asal Amerika Andrew Zimmern tidak bisa menahan kegembiraannya akan tempat makan yang sedang berkembang. Dia mengupload foto pangsit rebusan yang bisa salah dikira orang sebagai ubur-ubur raksasa. Pasar daging di Chengdu juga penuh dengan berbagai jenis daging babi kering, termasuk kulit muka babi.

Bagi mereka yang lebih konservatif, perhentian pertama yang lebih mudah dalam safari makanan di Chengdu adalah restoran hotpot Chuan Chuan Xiang yang sangat ramai. Di sini, sayur dan daging akan dimasak bersama. (Chuan Chuan Xiang, Double Bridge Road 45, Chengdu, tel: +028 8433 6879)

Salah satu tempat favorit Chengdu lainnya adalah mi buatan tangan Nenek Jin (Xiaojiahe Street, Chengdu, tel: +028 8518 6457), di sini adonan mi akan ditarik seperti seprai lebar dan kenyal. Pesanan yang paling populer adalah mi dengan daging sapi rebus kuah merah pedas.

Terletak dekat Kuil Wen Shu, hotel BuddhaZen yang kecil dan intim ini mendapat rating tinggi di TripAdvisor dan berbagai forum web lainnya. Ruangannya yang luas bertarif $64-$76 (BuddhaZen hotel, Wenshufang Street B6-6, Distrik Qingyang, Chengdu, tel: +86 28 8692 9898)


Perjalanan darat terbaik: Irlandia searah jarum jam


Jalan raya yang tak berujung di Amerika Utara atau Australia memang mengundang, tapi pada tahun 2011, Kepulauan Emerald tampak lebih mistis (dan murah) untuk perjalanan darat yang panjang.

Herbie Brennan yang asli Irlandia adalah penulis lebih dari 100 buku-buku laris, yang kebanyakan bertema eksplorasi mistis.

Untuk perjalanan pendek, Brennan merekomendasikan berkendara sejauh 32 kilometer barat laut dari Dublin ke Newgrange.

"Mungkin ini adalah situs megalitikum paling spektakuler di dunia, mengalahkan Stonehenge di Inggris," kata dia.

Yang lebih memuaskan adalah perjalanan sepuluh hari sepanjang 1320 kilometer dari Irlandia, searah jarum jam, berawal dari Dublin.

Perhentian pertama adalah Kilkenny, sebuah desa abad pertengahan yang masih terpelihara, diikuti dengan Blarney Stone.

Rute ini juga termasuk benteng tua berusia 4000 tahun, Tebing Moher yang megah dan Connemara yang masih "liar", lalu berputar ke Belfast. Di sepanjang jalan, Anda bisa melihat padang rumput dan ilalang, kota-kota kecil yang cantik, musik Irlandia, bar-bar pedesaan yang menawan, serta warna hijau.

Para turis bisa menyewa kendaraan dari Argus Car Rentals di Dublin dengan harga mulai dari $10 per hari (lihat kan apa yang kami maksud dengan murah?). Go Ireland juga mendaftar tarif-tarif khusus untuk hotel-hotel di seluruh negara.

Bagaimana memaksimalkan perjalanan ini?

"Kunjungi pub-pub di desa dan berbincanglah dengan penduduk lokal," kata Brennan. "Atau, dengarkan saja. Dengan orang-orang Irlandia, Anda akan sulit menyela pembicaraan mereka."



sumber:http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/82-perjalanan-terbaik-untuk-2011

Kopi Joss: Kopi Arang di Yogyakarta

Inilah kisah seorang pria di Yogyakarta yang memperbarui cara minum kopi dengan mencemplungkan arang panas ke dalamnya.




Hari Minggu pukul 23.00, sepanjang jalan di sebelah utara Stasiun Tugu Yogyakarta dipenuhi para pemuda yang ngemil sate dan menenggak gelas berisi kopi kental dan berasap. Perbincangan tengah malam sambil ngopi sebenarnya bukanlah hal yang asing di Indonesia, namun daerah ini khas karena menyajikan kopi campur arang yang bisa membantu menenangkan perut yang "gelisah".

Pak Man

Seorang pria tua yang akrab dipanggil Pak Man telah membuat kopi joss sejak tahun 1960-an. Seperti kebanyakan racikan kopi dari daerah ini, ia mencampur bubuk kopi dengan empat sendok gula. Kemudian ia menuang air panas dari ketel besi dan diikuti dengan memasukkan bahan utama: arang yang masih menyala dari api kompor.

Arang membantu menetralisasi asam lambung dan sudah lama menjadi obat bagi masalah gas dan kembung. Kini demi kepraktisan, tablet arang memang dijual di apotek, tetapi 50 tahun lalu kopi tampaknya adalah cara yang lebih menyenangkan untuk mencerna obat yang mengatasi masalah perut dan usus.

Meski beberapa peramu kopi arang bilang minuman ini membangkitkan stamina, kopi arang mendapatkan popularitas lebih karena keunikannya. Sebagai minuman pilihan, orang sering memilih teh atau tape, fermentasi dari singkong. Dan dari pukul 17.00 sampai dini hari, orang duduk lesehan di depan warung sambil ngobrol — aktivitas favorit di kota yang terkenal sebagai kota pelajar ini.

Tipe kerumunan yang datang tergantung jam kedatangan. Kadang pegawai kantoran mampir sepulang kerja untuk mengudap tempe goreng, lumpia dan “nasi kucing” (nasi bungkus dengan porsi kecil). Sementara itu, pasangan kekasih biasanya datang lebih malam untuk berkencan. Banyak juga yang nongkrong untuk bermain musik.

Suasana yang hidup itulah yang menarik pelanggan datang kembali. Meski kini tempat itu mulai makin populer di kalangan turis dan para blogger perjalanan, suasananya tetap ramah dan intim seperti kebanyakan tempat nongkrong di Yogyakarta.

Kini meski usianya sudah menginjak 80 tahun, Pak Man kadang-kadang tetap muncul di warung kopinya untuk merebus air di ketel dan mengajak ngobrol pelanggan. Jika dia tidak ada, beberapa pria muda bertugas sebagai pelayan dan Pak Alex akan menggantikan Pak Man meracik kopi. Warung kopi itu sendiri terbuat dari kumpulan tenda dan potongan kayu yang disusun menjadi bangku panjang. Kompor di warung itu terletak di dapur temporer yang tersambung ke tiang bambu. Sesudah warung tutup, Pak Alex akan membawa pulang tiang itu.

Kopi arang imitasi

Beberapa tahun setelah Pak Man pertama kali menciptakan kopi joss, ada tiga warung lain yang muncul di sepanjang jalan yang sama. Sudut jalan itu pun kemudian makin ramai oleh pengamen, pengemis, dan tukang becak yang bergiliran muncul.

Ketika kopi joss saya sudah habis, Pak Alex bertanya pendapat saya tentang kopi itu. Saya bilang, rasanya manis, seperti kebanyakan makanan dan minuman di Jawa Tengah. Dan dari bawah kumisnya yang tidak ia tata, ia tersenyum lebar. Kopi joss sesuai buat mereka yang mencari sedikit kesenangan, sedikit tantangan, dan dinamika. Yang semuanya ada di Yogyakarta.

Kopi Joss Lek Man Jl. Wongso Dirjan (sisi utara Stasiun Tugu Yogyakarta)
Buka: mulai pukul 16.00 setiap hari

sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/70-kopi-joss-kopi-arang-di-yogyakarta

Wisata Pantai di Tempat Kelahiranku-Gunungkidul


Pantai nguyahan 
  
Pantai ngobaran 
  
Pantai ngrenean 
  


 





Pantai Baron

Pantai kukup 
           
Pantai drini 
           

Pantai sepanjang 
  
Pantai krakal 
        
Pantai sundak 
        
Pantai siung 
           
Pantai wediombo 
        
Pantai ngungap 
        
Pantai sadeng 
     

Yogyakarta-Surga Wisatawan Pulau Jawa


YOGYAKARTA (sering juga disebut Jogja, Yogya, atau Jogya) terletak di tengah Pulau Jawa - Indonesia, tempat segalanya masih murah. Cukup dengan 200rb sehari, Anda sudah bisa menginap, menyantap masakan tradisional yang terkenal, dan menyewa motor untuk menjelajahi pantai-pantai yang masih perawan dan candi-candi kuno berusia ribuan tahun.
Seribu tahun silam, Yogyakarta merupakan pusat kerajaan Mataram Kuno yang makmur dan memiliki peradaban tinggi. Kerajaan inilah yang mendirikan Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia, 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja. Peninggalan lainnya adalah Candi Prambanan, Istana Ratu Boko, dan puluhan candi lainnya yang sudah direstorasi maupun yang masih terpendam di bawah tanah.
Namun oleh suatu sebab yang misterius, Kerajaan Mataram Kuno memindahkan pusat pemerintahannya ke Jawa Timur pada abad ke-10. Candi-candi megah itu pun terbengkalai dan sebagian tertimbun material letusan Gunung Merapi. Perlahan-lahan, wilayah Yogyakarta pun kembali menjadi hutan yang lebat.
Enam ratus tahun kemudian, Panembahan Senopati mendirikan Kerajaan Mataram Islam di wilayah ini. Sekali lagi Yogyakarta menjadi saksi sejarah kerajaan besar yang menguasai Pulau Jawa dan sekitarnya. Kerajaan Mataram Islam ini meninggalkan jejak berupa reruntuhan benteng dan makam kerajaan di Kotagede yang kini dikenal sebagai pusat kerajinan perak di Yogyakarta.
Perjanjian Giyanti pada tahun 1755 membagi Kerajaan Mataram Islam menjadi Kasunan Surakarta yang berpusat di Kota Solo dan Kesultanan Yogyakarta yang mendirikan istananya di Kota Jogja. Kraton (istana) tersebut masih berdiri hingga kini dan masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan keluarganya, lengkap dengan ratusan abdi dalem yang secara sukarela menjalankan tradisi di tengah perubahan jaman. Di Kraton, setiap hari ada pagelaran budaya berupa pertunjukan wayang kulit, gamelan, sendratari Jawa, dsb.
Yogyakarta pada masa kini merupakan tempat tradisi dan dinamika modern berjalan berdampingan. Di Yogyakarta ada kraton dengan ratusan abdi dalem yang setia menjalankan tradisi, namun juga ada Universitas Gadjah Mada yang merupakan salah satu universitas terkemuka di Asia Tenggara. Di Yogyakarta sebagian masyarakat hidup dalam budaya agraris yang kental, namun juga ada kaum mahasiswa dengan gaya hidup pop. Di Yogyakarta ada pasar tradisional dan barang kerajinan sementara di sebelahnya berdiri mall yang tak kalah ramainya.

 Pantai Sundak
Di ujung utara Yogyakarta, Anda akan melihat Gunung Merapi berdiri dengan gagah setinggi 9738 kaki. Gunung ini adalah salah satu dari gunung berapi yang paling aktif di Indonesia. Jejak ganasnya letusan Gunung Merapi tahun 2006 lalu bisa disaksikan di Desa Kaliadem, 30 km dari Kota Jogja. Pemandangan bergaya Mooi IndiĆ« berupa hamparan sawah nan hijau dan Gunung Merapi sebagai latar belakang masih bisa dilihat di pinggiran Kota Jogja.
Di bagian selatan Yogyakarta, Anda akan menemukan banyak pantai. Pantai yang paling terkenal adalah Pantai Parangtritis dengan legenda Nyi Roro Kidul, namun Yogyakarta juga memiliki pantai-pantai alami yang indah di Gunung Kidul. Anda bisa melihat Pantai Sadeng yang merupakan muara Sungai Bengawan Solo purba sebelum kekuatan tektonik yang dahsyat mengangkat permukaan Pulau Jawa bagian selatan sehingga aliran sungai tersebut berbalik ke utara seperti saat ini. Anda juga bisa mengunjungi Pantai Siung yang memiliki 250 jalur panjat tebing, Pantai Sundak, dan lain-lain.
Malaysia memiliki menara kembar tertinggi di dunia, Yogyakarta memiliki Candi Prambanan yang menjulang setinggi 47 meter dan dibuat dengan tangan 1100 tahun sebelumnya. Singapura memiliki kehidupan modern, Yogyakarta memiliki masyarakat agraris yang tradisional. Thailand dan Bali memiliki pantai-pantai yang indah, Yogyakarta memiliki pantai-pantai alami dan Gunung Merapi yang menyimpan cerita tentang betapa dahsyatnya kekuatan alam.
Kombinasi yang unik antara candi-candi kuno, sejarah, tradisi, budaya, dan kekuatan alam menjadikan Yogyakarta sangat layak untuk dikunjungi. Situs YogYES.COM akan membantu Anda merencanakan kunjungan ke Yogyakarta dan menikmati pesona terbaik dari tempat ini. Kami menyediakan informasi yang melimpah tentang obyek wisata, hotel bintang, hotel murah, restoran, warung makan, biro wisata, rental mobil dan segala informasi yang Anda butuhkan untuk berwisata ke Yogyakarta / Jogja.
sumber:
http://www.yogyes.com/id/